Cloud Computing dan Bisnis

Barusan saya baca tulisan dari detik.com mengenai Cloud computing – ” Komputasi awan ” – saya agak kurang terbiasa dengan kata2 tersebut, sehingga saya lebih memilih tetap menyebutnya Cloud Computing :) .

Tanpa terasa waktu berjalan, saya menyadari bahwa makin banyak vendor-vendor IT sudah melirik bisnis cloud computing ini. Akan tetapi yang saya lihat hanya beberapa vendor yang benar-benar mengerti tentang bisnisnya dan bisa mengkomunikasikannya dengan baik kepada konsumen.

Tulisan saya saat ini ingin membahas dari sisi konsumen dan mungkin sedikit dari sisi vendor penyedia service cloud computing.

Bagi konsumen dengan adanya metoda/konsep cloud computing ini sudah merupakan suatu peluang untuk lebih fokus kepada bisnis mereka sendiri dengan support dari IT yang cukup untuk menunjang bisnis mereka dan dapat menekan cost IT dengan sangat siknifikan.

Banyak bisnis saat ini tentu tidak dapat terlepas dari peran IT, dengan adanya IT infrastruktur yang baik, bisnis tersebut dapat ditunjang dan dapat dengan lebih cepat melakukan akselerasi serta agilitas yang tinggi dalam mengembangkan usahanya.

Siapa sih yang diuntungkan dengan service cloud ini?
Bagi saya semua perusahaan dari perusahaan besar sampai ke perusahaan kecil dapat memanfaatkan service ini dengan sangat baik.

Berapakah investasi IT di perusahaan anda?
Cobalah tengok kembali budget IT perusahaan anda pada tahun lalu. Berapa besar pembelian untuk server baru? berapa besar penambahan aplikasi baru? berapa banyak license yang harus dibeli?
Dengan budget sebesar itupun anda merasakan kinerja IT anda sangat lambat dan kurang memuaskan, tidak agile dan banyak sekali masalah pada user yang timbul.

Mengapa dengan pembelian sebanyak itupun masih saja hal-hal tersebut timbul? apakah salah dengan IT anda? dan kenapa semakin bengkak budget IT setiap tahunnya? Bisnis semakin kompetitif dan anda makin sulit berkompetisi dikarenakan kemampuan IT anda yang terbatas?

jika anda memiliki pertanyaan satu atau lebih tersebut diatas. maka saya coba menyarankan untuk mempertimbangkan solusi cloud.

saat ini cukup banyak solusi cloud yang ditawarkan oleh vendor. Akan tetapi yang cocok dengan perusahaan anda, anda harus menelitinya lebih lanjut.

Pemilihan Cloud Service

Jika anda sudah mulai ingin tertarik mencoba cloud service. saya akan memberikan ilustrasi apa sih yang dikerjakan para vendor dalam menjual service ini?

bayangkan IT Infrastruktur anda :
anda memiliki server, storage, firewall, antispam, antispyware, antivirus, aplikasi server, aplikasi desktop dan sebagainya. begitu banyak inventory IT anda. lalu ingat kembali berapa uang yang telah anda keluarkan untuk ini semua :) belum lagi apabila barangnya sudah out of date…harus memikirkan disposalnya.

lalu anda bayangkan hal ini semua ada ditangan vendor, dan semua ini vendor yang akan mengurusnya. dan jika dulu misalnya anda tidak memiliki antispam, antispyware dan firewall yang mumpuni, karena anda rasa cukup mahal dalam investasinya. bayangkan itu semua anda dapatkan sebagai services yang bundle, sebenarnya anda bayar juga services ini akan tetapi nilainya jauh lebih kecil dibandingkan dengan memiliki sendiri. kenapa demikian?

Vendor hanya melakukan investasi 1x dari seluruh infrastrukturnya. dan mereka bisa menjual itu ke beberapa konsumen, sehingga economic scale akan tercapai. dan manfaat dari penempatan network security yang baikpun jadi bisa dinikmati oleh customer tanpa harus membeli full seluruh device2 tersebut. Dan anda cukup memegang SLA dari vendor penyedia service tersebut.

cloude computing dibagi menjadi :
1. Saas software as a service
2. Haas Hardware as a service (Infrastructure as a service )

mungkin nanti akan ada pengembangan lainnya seperti application as a service, saya yakin sudah banyak vendor yang mengembangkannya.

Bisnis dalam skala kecil, menengah maupun sedang dapat memanfaatkan service ini. hanya saja perlu dipertimbangkan apakah semua services anda perlukan untuk bisnis anda. Dan pilihlan vendor penyedia cloud computing ini yang memiliki banyak pilihan service, sehingga anda dapat dengan mudah mencocokan dengan bisnis anda.

Banyak orang mempertanyakan tentang bagaimana security dalam penggunaan service cloud computing ini. Selalu saya katakan bahwa, saya jadi teringat sewaktu jaman internet pertama kali diperkenalkan dahulu. orang2pun takut terhadap virus2 yang berkembang.
Saya akan katakan katakan : There’s no such thing as security in this world, there’s only competition and survival

Cloud Computing…Peluang atau Ancaman bagi pekerja IT?

Dalam waktu dekat ini, sudah banyak sekali investasi yang datang ke Indonesia dengan konsep cloud computing. Konsep yang dipercaya dapat memangkas budget IT dengan signifikan sehingga para perusahaan bisa fokus pada core bisnisnya.

Menurut anda…cloud computing apakah dapat menjadi peluang atau ancaman bagi pekerja IT di perusahaan-perusahaan? silahkan berikan komentar dan alasan anda….

IT Industry Trend dibandingkan dengan sektor otomotif

Sore tadi, tidak sengaja saya terlibat pembicaraan mengenai industry trend…bahwa ada perbincangan di high level management bahwa akan ada industry focus baru yaitu focus di IT. Saya menjadi berfikir…apakah benar keputusannya? apakah benar untuk melakukan investasi di IT untuk mengoptimalkan revenue maupun profit bisnis?

Saya berbicara mengenai suatu perusahaan konglomerasi yang memiliki beberapa line bisnis…yang beberapa itu memang sudah sangat besar ( bahkan rajanya di Indonesia ) dan beberapa bisnisnya masih sangat kecil…boleh dikatakan kecil sekali dibadingkan dengan total bisnis yang mereka miliki.

Saya sempat terhentak ketika mendengarkan informasi tersebut…Apakah ini benar-benar akan dilakukan? investasi di IT untuk menghadang Downtrend bisnis..terutama otomotif.

Seperti kita ketahui bersama, pada saat ini pemerintah sedang bingung gimana cara mengatasi macet dan cenderung menjadi dead traffic di kota2 besar. hal ini juga berdampak secara tidak langsung kepada industry otomotif itu sendiri terutama yang memiliki bisnis di dunia otomotif.

Hal yang sangat mendasar mungkin salah tata kota dari awal, tapi saya kebetulan tidak ahli dibidang mengatasi tata kota ini. jadi saya tidak akan membahas topik ini.

Yang saya ingin sampaikan adalah, IT bisnis, Industry yang cenderung low margin, high skills dan many competitor…ternyata merupakan Industry yang sedang mengalami trend yang naik…dan terus dipacu naik…seperti perkembangan teknologi tidak ada habisnya…

Ini terbukti dengan berkembangnya teknologi maupun konsep Cloud computing itu sendiri yang menyebabkan bisnis lebih efisien dan juga dapat mendatangkan profit kepada para vendor-vendornya dengan memanfaatkan skala bisnis yang memadai…

Semoga bermanfaat!

Microsoft mengincar platform Enterprise Business Process…

Siapa yang gak kenal Microsoft? Perusahan Dunia dengan kekayaan 197 milyar USD ( per 26 May 2010 ). Secara perusahaan Microsoft merupakan Raksasa IT Company. Namun product-product dari Microsoft itu sendiri banyak kita kenal di end user/client. contoh saja Windows OS dan MS Office. Begitu merajai pangsa pasarnya di segmennya masing-masing.

Dengan kekuatan ini, Menurut pendapat saya, Microsoft sekarang sedang memarketingkan collaboration tools mereka melalui Sharepoint 2010. Dengan kekuatan software-softwarenya pada client yang dimiliki microsoft. sangat memungkinkan microsoft beranjak dengan kekuatan kolaborasinya. Bayangkan anda tidak perlu lagi membuka berbagai macam login di kantor anda untuk menjalankan Chatting, Share document, mengetahui Workflow proses, Networking Community, Dsb. Anda hanya cukup menggunakan 1 login untuk melakukan itu semua. Kalau anda implementasikan konsep kolaborasinya microsoft. Sungguh merupakan value added yang luar biasa bagi penggunanya.

Apa sih yang diincar Microsoft dengan Collaboration toolsnya ini? Kembali lagi menurut pendapat saya, Microsoft mencoba menggabungkan kekuatannya di client dengan berbagai kemudahan yang didapatkan, microsoft coba mengincar Bisnis proses enterprise, yang selama ini segment tersebut masih didominasi oleh Perusahaan-perusahaan yang focus di Enterprise Business Process seperti SAP dan Oracle. Memang sangat menguntungkan kalau dilihat dari TCOnya. Microsoft menjanjikan software tools untuk development dengan harga yang cukup murah, anda hanya tinggal meng ” Embedded ” itu kedalam Sharepoint workflow. Ketika suatu saat suatu perusahaan bisa menyatukan semua aplikasi bisnis mereka dan juga bisnis prosses mereka ke dalam satu platform. Nah disitulah tujuan dari collaboration itu sendiri tercapai. Memang tidak mudah, akan tetapi akan sangat mungkin melakukan itu dengan adanya sharepoint 2010 dari Microsoft. Karena menurut saya, sharepoint secara arsitektur sudah on path. semua tertuju di 1 pusat untuk nantinya dikolaborasikan.

Menarik memang setelah kita mampu mengkolaborasikan semuanya tentunya balik lagi License yang akan harus kita beli jumlahnya akan signifikan. Nah tinggal anda yang hitung2 TCOnya…bagaimana dengan investasi sebelumnya apakah lebih menguntungkan? :) walau kelihatannya Microsoft secara license lebih murah dibandingkan kompetitor lain yang sejenis, akan tetapi perhatikan jika semua client connect to your single collaboration tools.

Sekali lagi saya katakan, tentu saja semua pilihan ada pada anda.

Migrasi Aplikasi Microsoft….gampang? eiitsss…tunggu dulu.

Pada saat ini, tidak bisa dipungkiri…banyak perusahaan-perusahaan berkelas enterprise tetap melirik microsoft sebagai aplikasi penjunjang bisnis mereka dibandingkan dengan aplikasi opensource lainnya. Saya tidak akan membahas banyak kenapa para IT Director or Managers memutuskan demikian…

Yang saya akan fokuskan pada tulisan saya kali ini adalah : ternyata migrasi aplikasi microsoft yang namanya office saja….itu tidak mudah untuk suatu perusahaan yang berkelas enterprise dan memiliki cabang terpencar di seluruh indonesia. Bayangkan IT staff anda harus roll out di seluruh cabang2 kecil anda di seluruh Indonesia. Luar biasa mengenaskan nasibnya :) .

apa saja kiranya yang harus anda lakukan…sekali lagi siapkan infrasturktur anda dengan benar…apabila anda membangun infrastruktur anda menggunakan best practice, maka harusnya akan sangat simple solusinya.

1. Anda dapat menggunakan IT management software seperti yang cukup terkenal yaitu LANDESK ataupun kalau anda sudah memiliki Agreement dengan Microsoft contohnya EA ( Enterprise Agreement ) biasanya mereka bundle dengan software yang namanya SCCM, aplikasi mana yang anda ingin pakai? terserah anda dan tergantung budget anda. Ingat pertimbangan menggunakan software2 ini bertujuan untuk meremote semua aplikasi dari server ke seluruh cabang anda. jadi koneksi serta bandwidth serta kemampuan PC client akan sangat menentukan. disinilah benefit anda jika dari awal IT anda sudah menerapkan best practice infrastructure.

2. Lakukanlah marketing campaign kepada user2 anda..siapapun mereka sampai ke tingkat yang paling atas. Percayalah ini sangat membantu sekali. apa benefit dari migrasi aplikasi anda dsb. Dengan adanya marketing campaign yang baik, user akan merasa rugi sendiri apabila mereka tidak mengupgrade aplikasi mereka ( membantu memperbesar success factor dalam migrasi ).

3. Training sangat diperlukan bagi user2 pemakai berat aplikasi2 tersebut, karena hidup mereka sangat bergantung pada aplikasi ini. lakukanlah training intensive, memudahkan, dan bisa diakses kapanpun mereka mau.

4. Selalu lakukan piloting project sebelum roll out ke semua user. ini sangat penting mengingat aplikasi yang digunakan adalah aplikasi yang dipakai sehari2…detailnya bisa berbagai macam cara.

5. Selalu siapkan plan cadangan apabila ada kegagalan pada tahap implementasi. sehingga kegagalan itu bisa di absorb dengan adanya plan cadangan. meskipun kita sudah buat dalam melakukan implementasi seminimum mungkin adanya kegagalan.

6. Jika anda pusing dengan infrastruktur anda yang ada, dan juga membuat marketing campaign supaya semua user anda moved serta tidak cukup resource untuk melakukan training >> go outsource ke IT vendors yang bisa dipercaya….karena pada saat ini sudah banyak IT vendor yang menyediakan jasa ini.

Kebutuhan para pengambil keputusan ( Director’s View )

Di dunia IT, kita sering kali dihadapi tantangan pada…bagaimana caranya semua data dalam perusahaan yang ada itu bisa dapat dilihat dan dianalisa dengan baik oleh para direktur kita. Apa saja data yang mereka perlukan untuk mengambil keputusan dengan tepat dan cepat, dapat ada di depan mata para direktur dengan sangat cepat dan akurat.

Tantangan itu yang membuat kita ( Para orang2 IT beginner ) merasa cukup kesulitan. Apalagi landasan aplikasi-aplikasi yang menyimpan data-data yang kita buat itu tidak berdasarkan best practice ( kebiasaan perusahaan pribadi ), bukan bermaksud menyudutkan. banyak perusahaan membangun IT mereka tidak didasarkan pada best practice…hanya mengejar harga murah saja :) …tapi impact yang akan dihasilkan nantinya akan lumayan berat apabila perusahaan sudah berkembang mejadi besar dan menjadi sulit termanage lagi.

Saya sering sekali menemukan di lapangan, dengan ketidak teraturan prosedur dan juga aplikasi-aplikasi yang terlalu banyak menciptakan island-islandnya sendiri, pada saat para direktur ingin mengambil keputusan berdasarkan data, data tersebut sangat sulit kita integrasikan.

Saya menyarankan kepada para bisnis owner yang mungkin saat ini sedang membangun dari awal infrastruktur IT, usahakan jangan hanya melihat dari uang yang anda keluarkan. cobalah anda berfikir jauh kedepan. perusahaan anda akan menjadi besar. Dan dengan single klik,anda dapat mengetahui apa2 saja yang anak buah anda sedang kerjakan.
1. Lakukanlah IT Best Practice ( baik dalam infrastruktur jaringan, server, maupun aplikasi ) karena ini merupakan fondasi anda. Begitu anda salah membuat fondasi maka keatasnya makin tidak jelas.
2. Budget vs Integration << semua yang menyangkut integrasi kadang memang memerlukan budget yang lumayan besar…tapi bukan berarti harus mahal. anda harus pandai2 menimbang, aplikasi-aplikasi yang anda buat haruslah dapat terintegrasi/ada jaminan bisa diintegrasikan. walaupun anda buat bertahap karena terbentur budget namun pastikan itu. Dan ingat, bagus tidak selalu harus mahal. kalau anda merasa bisnis anda cukup dibangun dengan aplikasi2 non branded….lakukanlah. ingat yang penting nantinya harus bisa terintegrasi, karena banyak faktor yang menyangkut di nonbranded, selain faktor teknis, faktor non teknis seperti siapakah developernya itu jg sangat penting demi kelanjutan aplikasi anda. ( pemilihan ini memang gampang-gampang susah ).

Apabila anda sudah terlanjur punya aplikasi2 yang berjalan sendiri-sendiri, bagaimana anda dapat tetap memperoleh data yang sempurna agar bisa dibuat suatu aplikasi bisnis yang menunjang pengambilan keputusan?
1. lakukan checking semua aplikasi anda. apakah semua masih digunakan secara baik oleh bagian2 divisi anda?
2. check kembali data-data yang dihasilkan oleh aplikasi-aplikasi tersebut, apakah valid dan juga dapat dipertanggungjawabkan?
3. lakukan data cleansing.
4. buat data warehouse untuk menunjang aplikasi BI ( bisnis intelegent )
5. buatlah aplikasi BI untuk menunjang pengambilan keputusan ( Owner or director )

semoga bermanfaat!

Review Product : Cisco WAAS

kali ini cerita saya, saya coba mereview product…padahal saya bukan orang network yg canggih….blm ada gelar CCNA,CCIA…adanya CCDD ( cicak cicak di dinding hehe…).

kebetulan dari pengalaman POC aja…saya cukup kagum dengan kemampuan CISCO WAAS ini. saya mendapatkan report dari teman-teman yang kebetulan ditugaskan POC, kebetulan lagi saya cuma terima hasilnya….kyk bos…tapi masih kacung….jadi dari hasil tersebut kita sama-sama review.

Di salah satu customer kami…setelah di tuning terlebih dahulu WAASnya ini ternyata hasil dari compression dan juga akselerasinya cukup luar biasa…effisiensinya diatas 65%…menurut saya luar biasa ini….bandwidth anda dan juga data transfer anda bisa dihemat dan dipercepat oleh alat ini.

Bahkan ada aplikasi-aplikasi tertentu dia bisa effektif sampai 90% kompresi…amazing…atau alat lain jg ada..tp gua gak tau….akan tetapi dengan POC ini sangat terbuka kemungkinan untuk dilakukan di enviroment IT yang haus bandwidth….biasanya pada perusahaan yang memiliki cabang-cabang yang datanya harus ditransfer ke pusat….bandwidth sudah dinaikkan double2 jg masih blm cukup…mungkin bisa coba solusi ini.

walau demikian alat ini tidak murah…cisco gitu loh….jadi TCO perusahaan harus benar2 dihitung untuk investasi ini. mungkin saran saya bagi anda yang ingin mencoba alat ini boleh digunakan pada infrastruktur yang masih gemuk. Dalam arti, infrastruktur IT anda ( server maupun network ) masih desentralisasi….tidak terpusat pada 1 tempat….dengan adanya WAAS ini bisa menghemat IT Infrastruktur yang di cabang2…selain menghemat bandwidth….aimnya IT consolidation….

semoga bermanfaat….

IT Operational Outsoucing

IT Operational di outsource?…saya ingin mengambil kutipan dari kata-kata seorang Presiden Direktur Astra International yang sangat saya kagumi yaitu Pak Michael D Ruslim. ” I Believe Business Drives the IT not IT drives the Business “. kata-kata sederhana akan tetapi directionnya sangat jelas.

Sekali lagi saya menjelaskan bagaimana untuk lower your TCO…salah satu strategi yang sedang berkembang atau sedang trend saat ini adalah IT Operational Outsoucing. yap, sementara ini yang di outsource adalah IT operation saja, karena memang tugasnya cukup simple day by day tetapi banyak memakan resouce tenaga, waktu maupun investasi orang. Perusahaan apa yang cocok memanfaatkan jasa IT Outsoucing ini? kebetulan untuk saat ini IT Outsourcing menyentuh nilai ekonomisnya untuk perusahaan-perusahaan yang kelasnya enterprise, walaupun tidak tertutup dengan untuk perusahaan-perusahaan yang kelas middle akan tetapi memiliki cabang-cabang yang banyak tersebar di seluruh Indonesia.

Nilai ekonomis dari IT Operation Outsourcing akan muncul apabila kita menyebutkan skala yang nasional ataupun operational dari perusahaan tidak di 1 tempat. sebagai contoh Desktop support, pasti anda sebagai IT people tidak awam lagi apabila dipanggil hanya untuk restart windows ataupun cari driver dari suatu perangkat yang baru saja dihubungkan ke komputer user. Hal-hal semacam ini kelihatannya simple akan tetapi sering terjadi, bayangkan waktu dan tenaga yang anda harus invest untuk ini semua apabila kejadian di usernya adalah di luar kota yang jauh.

Ada juga cerita dari 1 perusahaan yang dulunya harus memaintain IT operational people dari 120 orang seluruh indonesia mungkin bisa turun sampai dengan 70 orang saja. dengan menggunakan jasa ini. bisa dibayangkan berapa banyak yang dapat dihemat oleh suatu perusahaan. Belum lagi faktor memaintain personel yang boleh dibilang cukup sulit untuk organisasi IT :)

IT Operational outsourcing pada umumnya dibagi 2 jenis jasa yang dapat anda pergunakan yaitu
1. Manage SLA ( Service Level ) << Kepuasan user dan kecepatan resolve problem
2. Body Shopping << lebih ke arah jika ada masalah, perlu org IT datang ke daerah tertentu kita bisa gunakan biasanya chargenya per mandays.

Manakah dari 2 itu yang paling bagus? kebali lagi kepada kebutuhan perusahaan anda. Ada yang mau taunya operationnya semua beres. kita bisa minta vendor komit di SLA. ada juga yang tight budget atau masalahnya sebenarnya gak terlalu banyak di user akan tetapi ada aja kadang kala dan IT dari perusahaan itu terbatas tenaganya, bisa pilih option ke 2. Jadi kembali lagi bagaimana anda memetakan kebutuhan anda.

Saran dari saya, untuk membuat IT anda berfungsi dengan benar, Jangan membayar IT anda untuk memaintain operational, outsourcekan seluruh kegiatan operational anda pada vendor yang benar, buatlah organisasi IT anda seefektif mungkin untuk memikirkan core bisnis anda dan pengembangan-pengembangan peralatan penunjang bisnis anda.

IT Consolidation and Virtualization…???

halo….sudah lama saya tidak tulis blog karena kesibukan saya :) ….kali ini saya ingin menulis IT consolidation dan virtulisasi? apaan ya itu? hehe…

Jaman sekarang semua perusahaan berlomba-lomba untuk menghemat budget belanja…akan tetapi kebutuhan dari service level untuk mendukung bisnis itu sendiri dituntut terus ditingkatkan? salah satu solusinya adalah IT konsolidasi dan virtualisasi.

Dalam hal ini saya akan lebih membahas IT konsolidasi dari sisi infrastruktur ( Hardware ) dimana memakan porsi budget IT yang cukup besar juga. Bayangkan kita harus menginvest begitu banyak peralatan untuk mendukung aplikasi-aplikasi yang jalan untuk bisnis kita.

Strategi IT konsolidasi dapat dilihat sebagai simplifikasi dalam bahasa teknisnya supaya lebih mudah termanage dan terinventarisasi dengan baik. strateginya dapat bermacam-macam, dari yang harus fully compatible bahkan ada perusahaan yang tidak segan2 menggunakan semua dengan merk yang sama….agar mudah dimanage? ( Baca : kalau ada apa2 tinggal telp 1 vendor..hehe ).
Tetapi apakah hal ini benar? yap, benar kalau IT anda resourcenya terbatas dan masih blm mature….akan tetapi tantangan dari IT konsolidasi justru terletak pada banyaknya brand yang dimanage oleh IT people. Dan disitulah terletak challangenya bagaimana menyatukan begitu banyak brand, karena seperti pernah saya sebutkan sebelumnya…kadang ada beberapa aplikasi yang jalan di 1 brand dengan baik dan tidak baik untuk brand lainnya. maka terbayang di dalam benak anda bahwa….begitu banyak brand server maupun storage maupun infrastruktur lainnya yang akan ada di IT datacenter anda. Disini faktor teknis sangat diuji, tetapi selalu ada jalan keluar menggabungkan itu semua.

Keunggulan lain dari IT konsolidasi adalah dari sisi lower TCO, bisa juga menjadi lower budget karena secara komersial anda tidak terikat oleh brand tertentu, sehingga diskon level yang dapat anda peroleh akan sangat baik. karena anda tidak bergantung pada satu brand saja. salah satu trik untuk menghemat budget IT :)

Masuk kepada IT Virtualisasi, virtualisasi merupakan salah satu yang dapat menurunkan TCO anda….ini yang digembar gemborkan oleh vendor sejak lama…nah ini bukan isapan jempol semata…atau bahasa marketing. ini sangat dapat dibuktikan kebenarannya. Dengan perkembangan hardware yang cukup pesat, saat ini perkembangan aplikasi yang menghemat resouce jg berkembang pesat. Maka hal ini dapat kita manfaatkan dengan baik dengan adanya virtualisasi. Virtualisasi sebenarnya terdapat macam-macam jenisnya. namun yang saya bahas disini adalah virtualisasi di server. Software server untuk virtualisasi yang cukup terkenal dan biasa digunakan untuk enterprise adalah VMWare dan saat ini microsoft juga mengembangkan hyperV….mana yang lebih bagus? let your IT Decide :)

Server 101 Definisi menurut saya…

Di blog ini semua menurut pandangan saya, karena saya tidak berani mendifinisikan sesuatu yang bisa menjadi acuan atau baku. seperti paradigma org bisa berbeda-beda. Begitu pula dalam hal ini saya memandang definisi server dari paradigma saya :)

Berikut pandangan saya.

Server dalam bahasa IT adalah bisa didefinisikan sebagai berikut :
Server adalah seperangkat komputer yang menyediakan pelayanan atau service bagi komputer lain. Contohnya : Mail Server merupakan server yang menyediakan tempat bagi email-email client, atau file sharing server merupakan server yang digunakan utk menyimpan file2 yang dapat diambil oleh client kapan saja diinginkan

Mungkin definisi diatas merupakan salah satu definisi daripada server itu sendiri.

Server dibagi atas berbagai macam keperluannya :
1. Web Server digunakan untuk mengupload halaman web yang dapat diakses oleh client.
2. Database Server digunakan untuk menyimpan data2 yang dapat diproses oleh aplikasi yang jalan diatasnya.
3. Application Server digunakan untuk menjalankan aplikasi-aplikasi tertentu yang akan diakses/digunakan oleh client.
4. proxy server digunakan untuk filter traffic.
5. dan lain sebagainya.

masih banyak kegunaan kegunaan lain dari server itu sendiri. jadi definisi bahwa ini adalah web server atau ini adalah application server itu tergantung dari fungsi server itu sendiri akan dijadikan seperti apa.

Dan besarnya penentuan spesifikasi server itu sendiri tidaklah baku. semua tergantung daripada beban yang akan server itu terima. contoh untuk web server dengan hit 100/menit dibandingkan dengan web server dengan hit 1jt/menit akan berbeda spesifikasinya dan tentunya dengan pekerjaan yang lebih berat mereka harus di design dengan spesifikasi yang lebih tinggi.

Dan penentuan besar kecilnya spesifikasi server itu sendiri, bisa dilakukan dengan poc, pengalaman pribadi ( insting ), dan juga literatur-literatur yang ada.

untuk konsultasi pembuatan spesifikasi server yang sesuai bisa jg menghubungi saya :)