Cloud Computing dan Bisnis

Barusan saya baca tulisan dari detik.com mengenai Cloud computing – ” Komputasi awan ” – saya agak kurang terbiasa dengan kata2 tersebut, sehingga saya lebih memilih tetap menyebutnya Cloud Computing🙂.

Tanpa terasa waktu berjalan, saya menyadari bahwa makin banyak vendor-vendor IT sudah melirik bisnis cloud computing ini. Akan tetapi yang saya lihat hanya beberapa vendor yang benar-benar mengerti tentang bisnisnya dan bisa mengkomunikasikannya dengan baik kepada konsumen.

Tulisan saya saat ini ingin membahas dari sisi konsumen dan mungkin sedikit dari sisi vendor penyedia service cloud computing.

Bagi konsumen dengan adanya metoda/konsep cloud computing ini sudah merupakan suatu peluang untuk lebih fokus kepada bisnis mereka sendiri dengan support dari IT yang cukup untuk menunjang bisnis mereka dan dapat menekan cost IT dengan sangat siknifikan.

Banyak bisnis saat ini tentu tidak dapat terlepas dari peran IT, dengan adanya IT infrastruktur yang baik, bisnis tersebut dapat ditunjang dan dapat dengan lebih cepat melakukan akselerasi serta agilitas yang tinggi dalam mengembangkan usahanya.

Siapa sih yang diuntungkan dengan service cloud ini?
Bagi saya semua perusahaan dari perusahaan besar sampai ke perusahaan kecil dapat memanfaatkan service ini dengan sangat baik.

Berapakah investasi IT di perusahaan anda?
Cobalah tengok kembali budget IT perusahaan anda pada tahun lalu. Berapa besar pembelian untuk server baru? berapa besar penambahan aplikasi baru? berapa banyak license yang harus dibeli?
Dengan budget sebesar itupun anda merasakan kinerja IT anda sangat lambat dan kurang memuaskan, tidak agile dan banyak sekali masalah pada user yang timbul.

Mengapa dengan pembelian sebanyak itupun masih saja hal-hal tersebut timbul? apakah salah dengan IT anda? dan kenapa semakin bengkak budget IT setiap tahunnya? Bisnis semakin kompetitif dan anda makin sulit berkompetisi dikarenakan kemampuan IT anda yang terbatas?

jika anda memiliki pertanyaan satu atau lebih tersebut diatas. maka saya coba menyarankan untuk mempertimbangkan solusi cloud.

saat ini cukup banyak solusi cloud yang ditawarkan oleh vendor. Akan tetapi yang cocok dengan perusahaan anda, anda harus menelitinya lebih lanjut.

Pemilihan Cloud Service

Jika anda sudah mulai ingin tertarik mencoba cloud service. saya akan memberikan ilustrasi apa sih yang dikerjakan para vendor dalam menjual service ini?

bayangkan IT Infrastruktur anda :
anda memiliki server, storage, firewall, antispam, antispyware, antivirus, aplikasi server, aplikasi desktop dan sebagainya. begitu banyak inventory IT anda. lalu ingat kembali berapa uang yang telah anda keluarkan untuk ini semua🙂 belum lagi apabila barangnya sudah out of date…harus memikirkan disposalnya.

lalu anda bayangkan hal ini semua ada ditangan vendor, dan semua ini vendor yang akan mengurusnya. dan jika dulu misalnya anda tidak memiliki antispam, antispyware dan firewall yang mumpuni, karena anda rasa cukup mahal dalam investasinya. bayangkan itu semua anda dapatkan sebagai services yang bundle, sebenarnya anda bayar juga services ini akan tetapi nilainya jauh lebih kecil dibandingkan dengan memiliki sendiri. kenapa demikian?

Vendor hanya melakukan investasi 1x dari seluruh infrastrukturnya. dan mereka bisa menjual itu ke beberapa konsumen, sehingga economic scale akan tercapai. dan manfaat dari penempatan network security yang baikpun jadi bisa dinikmati oleh customer tanpa harus membeli full seluruh device2 tersebut. Dan anda cukup memegang SLA dari vendor penyedia service tersebut.

cloude computing dibagi menjadi :
1. Saas software as a service
2. Haas Hardware as a service (Infrastructure as a service )

mungkin nanti akan ada pengembangan lainnya seperti application as a service, saya yakin sudah banyak vendor yang mengembangkannya.

Bisnis dalam skala kecil, menengah maupun sedang dapat memanfaatkan service ini. hanya saja perlu dipertimbangkan apakah semua services anda perlukan untuk bisnis anda. Dan pilihlan vendor penyedia cloud computing ini yang memiliki banyak pilihan service, sehingga anda dapat dengan mudah mencocokan dengan bisnis anda.

Banyak orang mempertanyakan tentang bagaimana security dalam penggunaan service cloud computing ini. Selalu saya katakan bahwa, saya jadi teringat sewaktu jaman internet pertama kali diperkenalkan dahulu. orang2pun takut terhadap virus2 yang berkembang.
Saya akan katakan katakan : There’s no such thing as security in this world, there’s only competition and survival

Cloud Computing…Peluang atau Ancaman bagi pekerja IT?

Dalam waktu dekat ini, sudah banyak sekali investasi yang datang ke Indonesia dengan konsep cloud computing. Konsep yang dipercaya dapat memangkas budget IT dengan signifikan sehingga para perusahaan bisa fokus pada core bisnisnya.

Menurut anda…cloud computing apakah dapat menjadi peluang atau ancaman bagi pekerja IT di perusahaan-perusahaan? silahkan berikan komentar dan alasan anda….

IT Industry Trend dibandingkan dengan sektor otomotif

Sore tadi, tidak sengaja saya terlibat pembicaraan mengenai industry trend…bahwa ada perbincangan di high level management bahwa akan ada industry focus baru yaitu focus di IT. Saya menjadi berfikir…apakah benar keputusannya? apakah benar untuk melakukan investasi di IT untuk mengoptimalkan revenue maupun profit bisnis?

Saya berbicara mengenai suatu perusahaan konglomerasi yang memiliki beberapa line bisnis…yang beberapa itu memang sudah sangat besar ( bahkan rajanya di Indonesia ) dan beberapa bisnisnya masih sangat kecil…boleh dikatakan kecil sekali dibadingkan dengan total bisnis yang mereka miliki.

Saya sempat terhentak ketika mendengarkan informasi tersebut…Apakah ini benar-benar akan dilakukan? investasi di IT untuk menghadang Downtrend bisnis..terutama otomotif.

Seperti kita ketahui bersama, pada saat ini pemerintah sedang bingung gimana cara mengatasi macet dan cenderung menjadi dead traffic di kota2 besar. hal ini juga berdampak secara tidak langsung kepada industry otomotif itu sendiri terutama yang memiliki bisnis di dunia otomotif.

Hal yang sangat mendasar mungkin salah tata kota dari awal, tapi saya kebetulan tidak ahli dibidang mengatasi tata kota ini. jadi saya tidak akan membahas topik ini.

Yang saya ingin sampaikan adalah, IT bisnis, Industry yang cenderung low margin, high skills dan many competitor…ternyata merupakan Industry yang sedang mengalami trend yang naik…dan terus dipacu naik…seperti perkembangan teknologi tidak ada habisnya…

Ini terbukti dengan berkembangnya teknologi maupun konsep Cloud computing itu sendiri yang menyebabkan bisnis lebih efisien dan juga dapat mendatangkan profit kepada para vendor-vendornya dengan memanfaatkan skala bisnis yang memadai…

Semoga bermanfaat!

Microsoft mengincar platform Enterprise Business Process…

Siapa yang gak kenal Microsoft? Perusahan Dunia dengan kekayaan 197 milyar USD ( per 26 May 2010 ). Secara perusahaan Microsoft merupakan Raksasa IT Company. Namun product-product dari Microsoft itu sendiri banyak kita kenal di end user/client. contoh saja Windows OS dan MS Office. Begitu merajai pangsa pasarnya di segmennya masing-masing.

Dengan kekuatan ini, Menurut pendapat saya, Microsoft sekarang sedang memarketingkan collaboration tools mereka melalui Sharepoint 2010. Dengan kekuatan software-softwarenya pada client yang dimiliki microsoft. sangat memungkinkan microsoft beranjak dengan kekuatan kolaborasinya. Bayangkan anda tidak perlu lagi membuka berbagai macam login di kantor anda untuk menjalankan Chatting, Share document, mengetahui Workflow proses, Networking Community, Dsb. Anda hanya cukup menggunakan 1 login untuk melakukan itu semua. Kalau anda implementasikan konsep kolaborasinya microsoft. Sungguh merupakan value added yang luar biasa bagi penggunanya.

Apa sih yang diincar Microsoft dengan Collaboration toolsnya ini? Kembali lagi menurut pendapat saya, Microsoft mencoba menggabungkan kekuatannya di client dengan berbagai kemudahan yang didapatkan, microsoft coba mengincar Bisnis proses enterprise, yang selama ini segment tersebut masih didominasi oleh Perusahaan-perusahaan yang focus di Enterprise Business Process seperti SAP dan Oracle. Memang sangat menguntungkan kalau dilihat dari TCOnya. Microsoft menjanjikan software tools untuk development dengan harga yang cukup murah, anda hanya tinggal meng ” Embedded ” itu kedalam Sharepoint workflow. Ketika suatu saat suatu perusahaan bisa menyatukan semua aplikasi bisnis mereka dan juga bisnis prosses mereka ke dalam satu platform. Nah disitulah tujuan dari collaboration itu sendiri tercapai. Memang tidak mudah, akan tetapi akan sangat mungkin melakukan itu dengan adanya sharepoint 2010 dari Microsoft. Karena menurut saya, sharepoint secara arsitektur sudah on path. semua tertuju di 1 pusat untuk nantinya dikolaborasikan.

Menarik memang setelah kita mampu mengkolaborasikan semuanya tentunya balik lagi License yang akan harus kita beli jumlahnya akan signifikan. Nah tinggal anda yang hitung2 TCOnya…bagaimana dengan investasi sebelumnya apakah lebih menguntungkan?🙂 walau kelihatannya Microsoft secara license lebih murah dibandingkan kompetitor lain yang sejenis, akan tetapi perhatikan jika semua client connect to your single collaboration tools.

Sekali lagi saya katakan, tentu saja semua pilihan ada pada anda.

Migrasi Aplikasi Microsoft….gampang? eiitsss…tunggu dulu.

Pada saat ini, tidak bisa dipungkiri…banyak perusahaan-perusahaan berkelas enterprise tetap melirik microsoft sebagai aplikasi penjunjang bisnis mereka dibandingkan dengan aplikasi opensource lainnya. Saya tidak akan membahas banyak kenapa para IT Director or Managers memutuskan demikian…

Yang saya akan fokuskan pada tulisan saya kali ini adalah : ternyata migrasi aplikasi microsoft yang namanya office saja….itu tidak mudah untuk suatu perusahaan yang berkelas enterprise dan memiliki cabang terpencar di seluruh indonesia. Bayangkan IT staff anda harus roll out di seluruh cabang2 kecil anda di seluruh Indonesia. Luar biasa mengenaskan nasibnya🙂.

apa saja kiranya yang harus anda lakukan…sekali lagi siapkan infrasturktur anda dengan benar…apabila anda membangun infrastruktur anda menggunakan best practice, maka harusnya akan sangat simple solusinya.

1. Anda dapat menggunakan IT management software seperti yang cukup terkenal yaitu LANDESK ataupun kalau anda sudah memiliki Agreement dengan Microsoft contohnya EA ( Enterprise Agreement ) biasanya mereka bundle dengan software yang namanya SCCM, aplikasi mana yang anda ingin pakai? terserah anda dan tergantung budget anda. Ingat pertimbangan menggunakan software2 ini bertujuan untuk meremote semua aplikasi dari server ke seluruh cabang anda. jadi koneksi serta bandwidth serta kemampuan PC client akan sangat menentukan. disinilah benefit anda jika dari awal IT anda sudah menerapkan best practice infrastructure.

2. Lakukanlah marketing campaign kepada user2 anda..siapapun mereka sampai ke tingkat yang paling atas. Percayalah ini sangat membantu sekali. apa benefit dari migrasi aplikasi anda dsb. Dengan adanya marketing campaign yang baik, user akan merasa rugi sendiri apabila mereka tidak mengupgrade aplikasi mereka ( membantu memperbesar success factor dalam migrasi ).

3. Training sangat diperlukan bagi user2 pemakai berat aplikasi2 tersebut, karena hidup mereka sangat bergantung pada aplikasi ini. lakukanlah training intensive, memudahkan, dan bisa diakses kapanpun mereka mau.

4. Selalu lakukan piloting project sebelum roll out ke semua user. ini sangat penting mengingat aplikasi yang digunakan adalah aplikasi yang dipakai sehari2…detailnya bisa berbagai macam cara.

5. Selalu siapkan plan cadangan apabila ada kegagalan pada tahap implementasi. sehingga kegagalan itu bisa di absorb dengan adanya plan cadangan. meskipun kita sudah buat dalam melakukan implementasi seminimum mungkin adanya kegagalan.

6. Jika anda pusing dengan infrastruktur anda yang ada, dan juga membuat marketing campaign supaya semua user anda moved serta tidak cukup resource untuk melakukan training >> go outsource ke IT vendors yang bisa dipercaya….karena pada saat ini sudah banyak IT vendor yang menyediakan jasa ini.

Kebutuhan para pengambil keputusan ( Director’s View )

Di dunia IT, kita sering kali dihadapi tantangan pada…bagaimana caranya semua data dalam perusahaan yang ada itu bisa dapat dilihat dan dianalisa dengan baik oleh para direktur kita. Apa saja data yang mereka perlukan untuk mengambil keputusan dengan tepat dan cepat, dapat ada di depan mata para direktur dengan sangat cepat dan akurat.

Tantangan itu yang membuat kita ( Para orang2 IT beginner ) merasa cukup kesulitan. Apalagi landasan aplikasi-aplikasi yang menyimpan data-data yang kita buat itu tidak berdasarkan best practice ( kebiasaan perusahaan pribadi ), bukan bermaksud menyudutkan. banyak perusahaan membangun IT mereka tidak didasarkan pada best practice…hanya mengejar harga murah saja🙂 …tapi impact yang akan dihasilkan nantinya akan lumayan berat apabila perusahaan sudah berkembang mejadi besar dan menjadi sulit termanage lagi.

Saya sering sekali menemukan di lapangan, dengan ketidak teraturan prosedur dan juga aplikasi-aplikasi yang terlalu banyak menciptakan island-islandnya sendiri, pada saat para direktur ingin mengambil keputusan berdasarkan data, data tersebut sangat sulit kita integrasikan.

Saya menyarankan kepada para bisnis owner yang mungkin saat ini sedang membangun dari awal infrastruktur IT, usahakan jangan hanya melihat dari uang yang anda keluarkan. cobalah anda berfikir jauh kedepan. perusahaan anda akan menjadi besar. Dan dengan single klik,anda dapat mengetahui apa2 saja yang anak buah anda sedang kerjakan.
1. Lakukanlah IT Best Practice ( baik dalam infrastruktur jaringan, server, maupun aplikasi ) karena ini merupakan fondasi anda. Begitu anda salah membuat fondasi maka keatasnya makin tidak jelas.
2. Budget vs Integration << semua yang menyangkut integrasi kadang memang memerlukan budget yang lumayan besar…tapi bukan berarti harus mahal. anda harus pandai2 menimbang, aplikasi-aplikasi yang anda buat haruslah dapat terintegrasi/ada jaminan bisa diintegrasikan. walaupun anda buat bertahap karena terbentur budget namun pastikan itu. Dan ingat, bagus tidak selalu harus mahal. kalau anda merasa bisnis anda cukup dibangun dengan aplikasi2 non branded….lakukanlah. ingat yang penting nantinya harus bisa terintegrasi, karena banyak faktor yang menyangkut di nonbranded, selain faktor teknis, faktor non teknis seperti siapakah developernya itu jg sangat penting demi kelanjutan aplikasi anda. ( pemilihan ini memang gampang-gampang susah ).

Apabila anda sudah terlanjur punya aplikasi2 yang berjalan sendiri-sendiri, bagaimana anda dapat tetap memperoleh data yang sempurna agar bisa dibuat suatu aplikasi bisnis yang menunjang pengambilan keputusan?
1. lakukan checking semua aplikasi anda. apakah semua masih digunakan secara baik oleh bagian2 divisi anda?
2. check kembali data-data yang dihasilkan oleh aplikasi-aplikasi tersebut, apakah valid dan juga dapat dipertanggungjawabkan?
3. lakukan data cleansing.
4. buat data warehouse untuk menunjang aplikasi BI ( bisnis intelegent )
5. buatlah aplikasi BI untuk menunjang pengambilan keputusan ( Owner or director )

semoga bermanfaat!